Sabtu, 09 Agustus 2008

Ketika aku masih berupa sel




بسم الله الرحمن الرحيم


Sadarkah kita bahwa pada kondisi apapun jua, sebenarnya kita selalu terbungkus dan diselimuti oleh ni’mat-ni’mat Allah yang tiada terhingga banyaknya. Ni’mat Allah selalu melekat pada kita dan selalu mengikuti kita dimana saja kita berada baik kita sadari maupun tidak. Misal saja Sejak kita masih berupa sel yang sangat kecil yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop, ni’mat-Nya selalu menyertai kita. sebab kalau tidak, mustahil kita dapat hidup di dunia ini, menulis tulisan ini, ataupun membaca tulisan ini.
Dari sel yang sangat kecil yang bermukim di dalam rahim ibu maka berkat ni’mat Allah Ta’ala pula melalui perantaraan ibu, Allah Ta’ala pun berkenan membuat tubuh ibu menjadi hangat sehingga dengan suhu yang hangat kita dapat berkembang menjadi semakin besar. Tak hanya kehangatan yang diberikan, akan tetapi suplai makanan dan minuman pun dipenuhi-Nya dengan cara-Nya yang sangat rumit, dan hanya Dia yang mengetahui.
Dengan bentuk sel yang sangat kecil maka aku bayangkan bahwa ruangan sebesar rahim ibu akan sangatlah besar bagiku, seperti besarnya dunia dan seisinya saat ini. Dinding-dinding rahim adalah bumi tempatku berpijak. Hangat tubuh ibu adalah matahari yang selalu menyinari dan menghangati tubuhku. Aliran darah dan urat nadi ibu adalah sunga-sungai yang mengantarkan rizki untukku. Maka hiduplah aku.
Dan ketika aku berada dunia sekarang ini, dengan kesadaran akan masa laluku, bolehlah kiranya aku berkhayal ....Ah...Seandainya ! Mungkin saja pada saat aku masih di dalam rahim, ada makhluk Allah SWT, atau ruuh yang suci, yang mulia, atau apa sajalah namanya pembawa berita yang memberi tahukan kepadaku bahwa kelak aku akan hidup di alam yang besar, lebih besar dari alam rahim ini. Di sana nanti ada matahari yang sangat panas, berjuta-juta kali panasnya dari pada panas yang terdapat di dunia rahim ini. Sinarnya terang benderang berjuta-juta kali lebih terang dari sinar yang ada di dunia rahim ini. Sungainya lebar dan panjang, dimana lebar satu sungainya saja 1000 kali lebih besar dari dunia rahim dan seisinya.
Kemudian sang pembawa berita terus melanjutkan kisah tentang keadaan dunia yang akan aku huni kelak jika aku terlahir berpindah alam dari alam rahim ke alam dunia ini. Mungkin saja saat itu aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. Aduhai...alangkah dahsyatnya dunia yang akan aku hadapi. Panas api alam dunia sampai berjuta-juta derajat lebih panas? di rahim ini saja jika panasnya 40 derajat sudah cukup untuk membuat diriku merasa terbakar. Sungai yang lebarnya 1000 kali lebih lebar dari seluruh alam rahim ? Aduhai... betapa lebarnya, betapa dahsyatnya dunia yang akan aku tinggali kelak. Aku yang berupa sel ini berjalan mengelilingi rahim saja rasanya tidak mungkin karena saking kecilnya diriku, bagaimana aku bisa membayangkan berenang di sungai yang lebarnya 1000 kali dari pada duniaku saat ini.

Sekarang kita semua sedang berada di alam dunia setelah sembilan bulan menghuni alam rahim orang tua kita. Sekarang kita mendengar pula pembawa berita yaitu seorang yang sangat mulia RasuluLlah SAW yang menceritakan berbagai keadaan alam akhirat yang dahsyat yang akan kita huni kelak kalau kita sudah mati. Diceritakannya tentang syurga dan sungai-sungainya dan istana-istananya. Dikisahkan pula tentang neraka dan kesangatan panasnya dan beratnya siksaan di dalamnya. Kalau kita orang berakal pastilah kita yakin dan percaya terhadap risalah yang dibawanya. Kalau kita tidak percaya tentang kehidupan yang akan datang berarti kita mengingkari kehidupan kita di masa lalu di dalam rahim ibu.

Boleh mengcopy dengan mencantumkan
www.manakib.wordpress.com







True faith in Islam




The pillars of the faith of Islam can be compared to the concept of a Statement of Faith, or Articles of faith. These are Islamic concepts of essentials of the faith.
Allah
Allah is the supreme being of all. He is uncreated, the creator of all, without beginning or end. He is completely sufficient to himself and needs no other. He does not have offspring nor a spouse. He knows all things, is everywhere, and is all powerful. He hears all prayers. Everything that occurs does so by his permission.
His Angels
Angels reside in the unseen world and carry out the commands of Allah. They cannot sin. Muhammad stated that it was the angel Gabriel that brought the message of the Koran to him.
His Messengers
People who have been sent from Allah to a particular group of people for the purpose of giving to them the message revealed by Allah. Some of them are Noah, Abraham, Moses, David, Jesus, and, of course, Muhammad. Islam teaches that all messengers previous to Muhammad were sent to limited people groups where Muhammad was sent to all people.
His Books
Islam recognizes many sacred scriptures that have been given by Allah throughout history. However, Muslims claim that only the Quran is trustworthy and that the other scriptures have been compromised because we do not posses their original manuscripts. They assert that the accounts of the Bible were written down hundreds of years later and cannot be considered inerrant, and they were written in ancient languages which have been lost. Therefore, exact translations are not possible. Nevertheless, the scriptures recognized in Islam are:
The Koran - The Koran (Qur'an) is the inspired word of Allah given to people through the Prophet Muhammad and it supercedes all other scriptures before it including. It alone is inerrant and trustworthy as a revelation for today. It is unchanged from the beginning.
The Torah -the first five books of Moses.
The Injil - the gospel message of Jesus in the New Testament
The Psalms - the sacred writings given to David.
The Last Day
There is a future day in which this world and its governments and systems will come to an end and all people will face judgment based upon their deeds. Muslims go to paradise and non-Muslims go to hell.
Divine Preordainments good or bad
In Islam, Allah is completely in control of all things and ordains all things that occur.


Residential Quranic Arabic Courses in England

The Islamic Foundation holds residential Quranic Arabic courses for Muslims at their campus in Markfield, Leicestershire, England at various times throughout the year. Participants arrive on a Sunday evening or first thing Monday morning and leave on Friday after Jumaa prayer. Heavily subsidised, the courses cost only £40 inclusive. The details of the next courses are as follows:
Basic Beginner's Level - 7 to 11 April 2003No knowledge of Arabic is required. The course commences at the alphabet stage and takes the participants to the reading stage. Salat and introduction to the Qur'an through vocabulary is introduced.
Intermediate Stage I - 19 to 23 May 2003Knowledge of the alphabet and basic reading skills are required. Vocabulary is extended, reading improved and basic grammatical structures explored. Memorising of short Surahs, Du'a and Hadith is strongly encouraged.
Intermediate Stage II - 8 to 13 JuneBasic knowledge of grammatical structure required together with good reading skills. Grammatical structures are explored in greater depth through Qur'an and Hadith and the use of the Arabic dictionary is introduced.
Advanced Arabic - 10 to 14 March 2003Sound understanding of grammatical structure is required as this course is based on gaining a deeper understanding of specific Qur'anic surahs. Word roots are explored in greater detail together with various advanced verb forms.
TutorSheikh Tijani Mustapha has been teaching Arabic to groups of varying age ranges and abilities for almost 20 years. He has developed his own inimitable style which, together with his enthusiasm, is guaranteed to bring the required results
VenueMarkfield Conference Centre,Ratby Lane,Markfield,Leicester,EnglandLE67 9SY.
Tel: 01530-244 944Fax: 01530-244946
Cost
Each course, including accommodation, food, course material etc for one week, costs £40 (forty pounds) per person.




0 komentar:

Template by: Abdul Munir
Website: 99computercity